Archive for February, 2008

Hanya ingin bercerita..

Hari ini penentuan lab.alhamdulillah dapat sesuai dengan keinginan.Cuman proses menuju kesananya agak menyedihkan.Seperti lab yang lain,lab yang ingin saya masuki kelebihan kapasitas,kelebihan itu cuman satu orang.Gimanapun satu orang ini mau tak mau harus memilih lab yang lain.Untuk menentukan satu orang ini di bikinlah kebijaksanaan menurut nilai,alias IP.Diantara 12 orang yang dipilih cuman 11 orang.Semua dari mahasiswa Jepang yang ada ingin masuk di lab ini,semuanya pe de dengan nilainya masing2.sedangkan saya IP yang pas2an tak mungkin rasanya menang dari mereka.Tapi bagaimanapun saya harus masuk lab ini,demi anak saya yang sebentar lagi InsyaAllah lahir.Karena seperti senior2 bilang,lab ini tidak terlalu sibuk,dan dosen pembimbingnya juga sudah mengetahui kondisi saya.Berangkatlah kami ke ruang komputer,dengan tujuan melihat IP masing2 siswa.IP yang selama ini di rahasiakan,hari ini harus di beberkan pada orang lain,duhh malu nya..Walhasil singkat cerita,dengan perbedaan 0.0 sekian saya pun bertahan di lab ini.Tak hanya teman yang terpaksa keluar dari lab ini yang sedih yang lainnya juga keliahatan sedih,merasa bersalah.Tapi bagaimanapun harus ada yang keluar.

Hari ini juga pengumuman Asrama,alhamdulillah mulai tahun depan bisa tinggal di asrama,dekat dengan sekolah,cuman jauh dari tempat penitipan anak.Rencananya si adek bayi dengan sangat terpaksa setelah dua bulan bakal dititip di penitipan anak,karena ibunya harus melanjutkan sekolah yang tinggal setahun lagi.Semoga si adek bayi nanti kalau dah besar gak marah sama ibunya kalau tau waktu kecil dia dititip di penitipan anak.

Trus juga hari ini suami berangkat ke Jakarta lagi mengurusi permohonan Visa,Bu Yayu yang insyaAllah bakal membantu selama kelahiran.Kemaren katanya bahan2 persyaratannya ada yang kurang.Mau tak mau suami harus bolak balik ke Jakarta.InsyaAllah besok penentuan visanya bisa keluar atau tidak,semoga bisa.Kalau visanya tidak bisa keluar,si ibu bakal cuti kuliah 6 bulan,sampai si adek bayi bisa dititp ke penitipan.Semoga Visa nya bisa keluar.

Kasihan  sama suami yang sudah kecapekan mengurusi visa dan toko yang rencananya akan dibuka maret ini.Semoga selalu diberi kekuatan,kesehatan,kesabaran dan selalu dilindungi Allah Ta`ala.InsyaAllah kami disini selalu mendo`akan dan selalu mendukung.Hanya itu yang bisa kami berikan.

Ketua,Pemimpin,Amir atau apalah namanya..

Kalau di indonesia banyak orang yang ingin menjabat sebagai ketua.Ketua partai,ketua organisasi,ketua desa atau ketua-ketua lainnya.Dengan menjabat sebagai ketua ala Indonesai,fasilitas yang didapatkan lumayan,gaji yang didapatkan lumayan,kedudukan yang lumayan,harga diri yang lumayan,dan lumayan lumayan lainnya yang menyebabkan banyak yang tergila2.

Tapi apa sih sebenarnya hakikat seorang ketua,pemimpin,kepala,amir atau apalah yang inti maknanya pada dasarnya sama.Orang yang memimpin dan ada yang dipimpin.Ya,orang yang memiliki sesuatu yang dipimpin.Yang tentunya lazimnya yang dipimpin tidak lebih mengetahui daripada yang memimpin,tidak lebih cekapan dari yang dipimpin.Menjadi pemimpin bukan berarti harus memiliki kelebihan2 yang hampir menjadikan dirinya perfect.menjadi pemimpin diperlukan adalah kreatifitas,ide,dan semangat ingin maju.Dengan semangat ingin maju,akal dan pikiran terdorong untuk bergerak ke sesuatu yang lebih positif,sesuatu yang lebih memiliki nilai.Tentunya tidak diharapkan dari seorang pemimpin kepasifan,kemalasan,dan keengganan dengan berbagai alasan2 klasik.

Mulai dari detik diangkatnya seorang menjadi pemimpin,seseorang tersebut harus sudah menyadari apa yang dibebankan padanya,apa yang anggota2 mengharapkan darinya.Bukan hanya berkata `Ya,saya setuju`.Bukan hanya ikut2an mencantumkan nama tertinggi dalam struktur keorganisasian.Apakah itu yang disebut dengan ketua?Hanya diam,melihat,dan berkomentar dalam hati.

Rasulullah pernah bersabda yang maksudnya setiap kamu akan ditanyai tentang kepemimpinanmu.Setiap langkah yang diambil oleh pemimpin harus dipertanggung jawabkan.Apakah selama kepemimpinannya terjadi perubahan,atau hanya statik,diam di tempat tinggal nama.

Pemimpin tak selalu benar.Yang dipimpin tak selamanya salah,Dan yang dipimpin tak selalu harus berada di posisi terpimpin.Pemimpin yang amanat,bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada anggotanya.Seorang pemimpin seharusnya lebih mementingkan anggota diatas kepentingan dirinya.Begitulah pelajaran2 yang bisa kita ambil jika membaca sejarah kepemimpinan para sahabat Rasulullah.Bukan karena kesibukan pribadi kepentingan bahkan keberadaan anggota terabaikan.

Wahai manusia yang kini dianugrahi jabatan sebagai pemimpin,ingatlah setiap kepemimpinanmu akan dipertanyakan,akan dipertanggung jawabkan,apakah yang engkau pimpin tidak mencercamu,puas dengan kepemimpinanmu.Tanyakanlah pada dirimu sendiri,sejauh manakah engaku mementingkan kepentingan orang yang engkau pimpin atas kepentingan dirimu sendiri.

That is the risk as the leader must hold be.

Mimpi or Cita-cita

Setiap orang mungkin pernah bemimpi,setiap orang juga mungkin memiliki mimpi.Tapi apakah mimpi itu sama dengan cita-cita,apakah setiap orang harus punya mimpi.Apakah tanpa mimpi seseorang tidak bisa berkembang,tidak bisa maju?

Mimpi,kala tidur dianggap sebagai bunga tidur.Jika ditanya apakah mimpi anda?jawaban apakah yang anda berikan.Mungkin sesutu yang muluk tentang hari depan.Lalu,jika ditanya tentang cita-cita,apakah jawaban anda?

Menurut saya mimpi dan cita-cita sangat jauh berbeda.Mimpi hanyalah khayalan sesaat yang notebenenya dialami ketika tidur.Sedangkan cita-cita terkadang bisa menjadi motivator seseorang untuk melangkah jauh ke depan.Seseorang yang memiliki cita-cita tinggi terkadang langkah yang diambilnya pun tidak kalah tinggi.Untuk mencapai cita-cita yang tinggi tidak mungkin usaha yang dilakukan berlevel randah.Usaha sebanding cita-cita,mungkin suatu rumusan yang tepat untuk menjelaskan hubungan ini.

Tentunya seorang muslim/muslimah memiliki cita-cita ingin menjadi muslim/muslimah yang sukses dunia dan akhirat.Ingin menjadi hamba Allah yang suatu saat dapat melihat wajah Rabb-Nya.Dan ini tentunya bukan sekedar mimpi yang hanya menjadi bunga tidur dikala mata tertutup.

Selintas melihat wawancara pelatih softball salah satu klub softball Jepang.Yang intinya si pelatih paling tidak suka dengan yang namanya mimpi.Dengan alasan mimpi itu akan hilang ketika bangun.”Ah cuma mimpi”,suatu ungkapan yang paling tidak disukainya.Dan akan membuatnya gampang putus asa.Lalu apakah dia sama sekali tidak punya mimpi?..Si pelatih melanjutkan statementnya dengan mengatakan,lakukan saja apa-apa yang bisa dilakukan saat ini tanpa harus bermimpi atau memiliki mimpi.

Lalu bagaimana menurut anda?apakah mimpi itu perlu?apakah mimpi itu sama dengan cita2?apakah tanpa mimpi,tanpa cita2 manusia tidak bisa berkembang?

Tanyalah pada diri anda.Apakah anda punya mimpi atau cita-cita?

Senyum

Sudah kah anda tersenyum hari ini?untuk siapakah anda tersenyum hari ini?senyum adalah ibadah.tersenyumlah walau sejenak.Tak hanya diri sendiri yang merasakan manfaatnya,orang disekitarpun terkadang mendapatkan imbasnya.

Tersenyum memang tidak mudah,ketika hati dan perasaan dalam keadaan tidak stabilTersenyum juga tidak sesusah yang dibayangkan,hanya menarik ujung2 bibir beberapa mili saja.

Otot2 pipi yang sering dipakai buat tersenyum disinyalir dapat memperlambat kerut.Tersenyum juga tanpa disadari meperkecil persentase beban masalah yang dialami.

Maka tersenyumlah barang sejenak.Tersenyum untuk diri sendiri dan untuk orang lain.Tapi ingat tersenyum bukanlah tebar pesona,tersenyum bukanlah inisial kegenitan.Jagalah batas2 senyum anda.

Keep smile but be carefull with it.

Lelah?

Lelah..

Satu kata yang mungkin sangat tidak tepat buat orang seperti saya yang hanya mengisi liburan dengan duduk2 santai dirumah.Tak ada pekerjaan berarti yang dilakukan,hanya pekerjaan sehari2 seperti masak,mencuci,menggosok,belanja ke supermarket,menonton televisi dan sekali2 celingak celinguk browsing media maya.

Secara jasamaniah mungkin tak terlalu terasa lelah.Hanya saja secara lahiriah merasa terlalu lelah.Lelah dalam arti kata bingung,bosan,malas,monoton dan lain lain.Liburan yang diisi dengan kegiatan monoton terasa terlalu membosankan,dan waktu terasa terlalu lama berakhir.

Mungkin tak hanya saya saja yang merasakan hal seperti ini.Berusaha memvariasikan kegiatan2 selama liburan pun telah dicoba.Memperbanyak olahraga,membuat sesuatu yang baru,dan lain sebagainya.Jenuh,ya kejenuhan lah titik awal yang menjadikan kita merasa lelah.Kejenuhan akan sesutu kegiatan membuat sel2 otak kita berkontraksi lebih keras sehingga merasakan kelelahan dan berakhir dengan meninggalkan pekerjaan tersebut.

Kembali lagi dengan kepandaina kita memvariasikan suatu kegiatan agar tidak mengalami kejenuhan.Mengusahankan suatu kegiatan tidak dilakukan dalam waktu yang lama,tapi memperbanyak jenis kegitan yang dilakukan secara bergiliran mungkin akan mengurangi persentase kejenuhan.

Bagi yang sudah berpengalaman tentunya mempunyai trik2 mengatasi `kelelahan` ini.Silahkan berbagi..

Bertahan atau terus lanjut

Bulan April adalah permulaan tahun ajaran baru di universitas dan lembaga2 pendidikan di Jepang.Bagi saya yang sebentar lagi duduk di tahun ke empat universitas Jepang mau tak mau juga harus memikirkan penelitian.Tak hanya itu saja,di masa ini teman2 setingkat juga sibuk dengan kegiatan mencari kerja.Tradisi yang ada di setiap universitas Jepang,sebelum naik tahun ke empat para siswa sibuk mencari perusahan yang mau menerima mereka bekerja setelah tamat nanti.Tentunya universitas tidak tinggal diam dalam hal ini.Pihak universitas juga turut serta dengan mendatangkan perusahaan2 untuk memberikan gambaran dan penjelasan yang lebih dalam tentang perusahan tersebut dan sistem penerimaan tenaga kerjanya.Selain itu juga,universitas memberikan jaminan agar dapat diterima di perusahaan2 yang memiliki hubungan erat dengan universitas.

Tentunya hal ini berbeda dengan universitas yang ada di Indonesia.Selain itu juga,dosen2 disini tidak mempersulit siswanya untuk menyelesaikan kuliah,malahan mereka dengan senang hati dan serius membantu siswanya agar bisa tamat sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Sehubungan dengan hal itu hari ini di kampus diadakan penjelasan mengenai research lab.Penelitian apa yang ingin dilakukan pada tahun ke empat ini.Ada 15 research lab yang ada di jurusan saya,jurusan Tekhnik Sipil.

Yang menarik pada penjelasan research lab hari ini adalah hampir semua dosen menyarankan untuk melanjutkan S2.”Jangan hanya mengikuti teman yang sibuk dengan kegiatan melamar kerja ke perusahaan2,Pikirkan juga untuk melanjutkan pendidikan S2.Walaupun kesempatan kerja terlambat 2 tahun,siswa yang lulus S2 tentunya berbeda dengan lulusan S1.Lebih mengerti apa yang ingin dilakukan,dan tentunya lebih berkualitas”.”2 tahun untuk pendidkan S2 lebih tinggi nilainya daripada hanya ikut2an melamar kerja yang bagi diri sendiri belum jelas tujuannya”.

Pada intinya para dosen menyarankan untuk melanjutkan S2.

Bertahan 2 tahun untuk meningkatkan kualitas diri,atau terus lanjut memasuki tahap sebagai pekerja,yang mengasah diri dengan pengalaman dan terjun langsung ke lapangan.

Pilihan yang sulit bagi orang2 yang bingung tentang masa depan.

Sikon sebanding Aksi

Mungkin tak sedikit dari kita yang merasakan terpaksa dalam berbuat sesuatu.Keterpaksaan ini tak lain sangat erat hubungannya dengan situasi dan kondisi kita saat itu.Kondisilah yang memiliki peran besar dalam memotivasi kita untuk bergerak.Situasi dan kondisi yang membutuhkan gerak dan keputusan cepat menjadikan kita mau tak mau bergerak dan mengambil keputusan cepat pula.Contoh terdekat adalah ketika kita ingin pintar berbahasa inggris.Metode tercepat adalah kita harus berada dalam situasi dan kondisi dimana sesuatu hanya bisa dilakukan dengan menggunakan bahasa Inggris.Berada dalam lingkungan orang-orang yang hanya mengerti bahasa Inggris membuat kita terpaksa belajar dan terus belajar jika tidak ingin terlantar atau mengalami kesusahan.Selain itu juga berada dalam situasi dan kondisi waktu yang singkat memaksaka kita untuk bergerak cepat.

Kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya.Keterpaksaan kadang mendatangkan sisi positif bagi kita.Keterpaksaan kadang membuat kita lebih cepat dewasa,lebih bisa menggunakan akal dan pikiran kita dan lebih handal mengolah informasi yang ada.

Tapi keterpaksaan tak selalu berbuah keberhasilan tentunya.Sesuatu yang dilakukan dengan adanya unsur keterpaksaan,terkadang menjadikan seseorang terbebani dan tak sedikit yang mengalami depresi.

Keterpaksaan hanyalah salah satu solusi terakhir untuk memotivator gerak dan pola pikir seseorang agar lebih efisien.Alangkah indahnya hidup tanpa keterpaksaan,semua yang dilakukan berdasarkan kehendak dan naluri pribadi dan bukan atas dasar keterpaksaan.

Semua aturan yang ada di dunia adalah salah satu bentuk paksaan bagi pelakunya.Peraturan memang telah ditetapkan sebagai suatu media paksa bagi seseorang untuk mematuhi perintah.Tapi bagaimana kita menyikapi keterpaksaan itulah yang menjadikan keterpaksaan bukanlah sebagai paksaan.Kembali kita dipaksa untuk mengetahui dan memaknai lebih dalam sesuatu yang kita anggap menjadi paksaan bagi kita.

Semuanya kembali lagi pada diri kita,apakah merasa terpaksa,memaksa atau dipaksa.

No force.No attack.Enjoy your life.

Perubahan

Semua orang mengalami perubahan,baik itu perubahan yang bersifat positif maupun perubahan yang cenderung ke arah negatif.Mulai dari perubahan yang dianggap kecil hingga perubahan yang dianggap paling besar.Perubahan suara,perubahan pola pikir,perubahan cara pandang dan banyak perubahan lainnya.Setiap kita pasti merasa perubahan.Perubahan real terdekat yang kita alami dan selalu kita sadari adalah perubahan usia dari tahun ke tahun.Sedangkan perubahan yang kita alami setiap hari,atau setiap saat cenderung tidak kita sadari.

Setiap orang normal berharap mengalami perubahan ke sisi yang lebih positif.Namun terkadang perubahan yang diharapkan tersebut hanya sampai pada keinginan.Tanpa ada pelaksanaan real dalam pencapaiannya.Tak sedikit orang yang takut dengan perubahan.Terlalu mementingkan pandangan orang sekitar adalah salah satu penyebab terbesar seseorang takut melangkahkan kaki menuju proses perubahan ini.Sejauh mana pandangan orang sekitar mempengaruhi perubahan diri anda,tentunya anda sendiri yang mengetahuinya.Sampai kapan anda terbelenggu dengan pandangan-pandangan orang yang ada disekeliling anda?

Menjadikan pandangan masyarakat sebagai salah satu bahan pertimbangan merupakan hal yang alami bagi kita yang hidup dilingkungan masyarakat yang heterogen.Hanya saja sejauh manakah pandangan-pandangan tersebut kita anggap sebagai bumerang adalah merupakan salah satu bagian dari pengambilan keputusan sebelum melakukan tindakan perubahan.Orang yang selalu lebih mengkhawatirkan pandangan atau tanggapan orang lain,cenderung tidak berani bertindak.Dan merasa selalu terbebani.Padahal jika kita lihat dan tinjau lebih dalam,pandangan masyarakat tak selalu sama dan hampir setiap saat berubah sesuai situasi dan kondisi.Sejauh mana kemampuan kita menunjukkan hasil akhir pada masyarakat sejauh itu pula pandangan masyarakat akan berubah.

Mengutip kata salah seorang pengusaha Jepang,`Jika ingin maju jangan takuti perubahan`.Dari perubahan inilah seseorang bisa mencapai kesuksesannya.Dari perubahan ini jugalah sesorang bisa merubah dunia yang ada disekitarnya.

Bagaimana dengan anda?Masih takutkah anda dengan `perubahan`?

Menikmati Proses

Setiap sesuatu yang terjadi selalu diiringi dengan proses.Jarang sekali sesuatu terjadi tanpa proses.Manusia lahir ke dunia melalui proses.Lebih kurang 9 bulan 10 hari dalam kegelapan rahim ibu,barulah manusia dapat menghirup udara dunia luar.Ingin pintar pasti ada proses.Manusia tidak langsung dilahirkan dengan kondisi pintar,manusia dilahirkan dalam kondisi jahil alias bodoh.Proses belajarlah yang membawanya ke tahap kepintaran atau tetap pada kebodohannya. Begitu juga dengan cinta,kedewasaan,kesuksesan,kekayaan dan lain sebagainya,semuanya harus melalu jalur imigrasi yang bernama proses.

Menikmati proses bukanlah suatu hal yang mudah.Menikmati proses membutuhkan kesadaran tinggi dan juga kesabaran.Proses tak selalu berjalan sesuai keinginan,tak juga selalu berakhir dalam waktu singkat.Harapan atau keinginan yang besar,tentunya diiringi dengan proses yang panjang juga,Boleh di bilang proses sebanding dengan hasil akhir.Semakin lama proses yang dijalani kemungkinan besar hasil akhir yang didapatpun semakin memuaskan.

Dari sinilah terkadang manusia dapat di bedakan.Manusia yang tergesa-gesa mengakhiri proses,maka hasil yang didapatpun tak seberapa.Dengan kesadaran yang tinggi akan pentingnya proses inilah yang akhirnya menjadi motivator sesorang utnuk bertahan lebih lama.Dengan kesadaran yang tinggi ini jugalah,kesabaran dalam menjalani proses akan semakin meningkat.Hambatan-hambatan yang dilalui dalam proses ini akan terus menjadikan tingkat kesadaran dan kesabaran seseorang semakin tinggi dan terasah.

Proses juga tidak bisa dipisahkan dengan kebiasaan.Seseorang yang sudah terbiasa dengan proses maka akan menjadi lebih ringan dalam melakukan sesuatu kegiatan.Dengan kata lain proses menjadikan seseorang lebih terbiasa.Sebagai contoh seseorang yang ingin kurus.Dan ia memutuskan untuk lari pag setiap harinya.Terasa sangat sulit untuk memulai sesuatu yang baru.Tapi setelah sekali,dua kali,dan terus berlanjut dalam rentang waktu yang lama,serta diiringi dengan kesadaran dan kesabaran maka proses lari pagi itu menjadi suatu kebiasaan baginya.Tak hanya dikarenakan ingin kurus maka ia lari pagi,tetapi karena sudah menjadi kesehariannya memulai hari dengan lari pagi.

Berbahagialah orang-orang yang sudah terbiasa menikmati proses.Ingin maju?coba nikmati proses menuju kemajuan itu.

Keep enjoying your life process.

Perlukah Ujian?

Mulai mendekati akhir semester,kebiasaan setiap lembaga pendidikan untuk mengadakan ujian.Tidak hanya di Indonesia tapi hampir di seluruh lembaga pendidikan di dunia.Dengan tujuan mengukur daya serap siswa,budaya ujian tak dapat ditinggalkan.Tapi pernahkah terpikir oleh kita,sejauh mana tingkat pentingnya ujian tersebut.Mungkin kepentingan sesat adalah agar mendapat nilai dan mempermudah kenaikan tingkat atau kelulusan.Bagaimana dengan kepentingan jangka panjang?Apakah dengan nilai ujian bisa di bilang sebanding dengan kemampuan daya serap seseorang?Apakah masa depan seseorang bisa diukur dengan standar nilai ujian?

Banyak yang memiliki prinsip,hasil akhir adalah segalanya,nilai akhir adalah segalanya.Tapi tidak sedikit yang meyakini `score board is not always right`.Melihat teman atau membawa contekan ketika ujian mungkin adalah salah satu alasan mengapa hasil akhir tak selalu bisa jadi patokan.Tapi ketika dilaksanakan dengan persiapan yang matang,tujuan pengadaan ujian itu sendiri tentunya akan terpenuhi.

Kepercayaan diri terkadang juga bisa di ukur dari sejauh mana kesiapan seseorang menghadapi ujian,dengan persiapan yang matang otomatis kepercayaan menghadapi kombinasi-kombinasi soal semakin tinggi,tak perlu lagi celingak celinguk memperhatikan kondisi teman sebelah.Tak hanya itu saja tak sedikit kondisi hati dan pikiran yang tidak stabil terkadang tercermin ketika menghadapi ujian.Gelisah,tak bisa berpikir tenang atau penyusunan kalimat jawaban menjadi tak beraturan.

Ujian dalam arti luas bukanlah hanya sekedar pengukur daya serap,tapi juga sebagai latihan kejiwaan menghadapi ketegangan emosional dan latihan memupuk kepercayaan diri.

Sejauh manakah budaya ujian mempengaruhi kehidupan anda?Bukan guru atau dosen,tapi hanya anda sendiri yang benar-benar mengetahui jawabannya.

« Previous entries