Kalau di indonesia banyak orang yang ingin menjabat sebagai ketua.Ketua partai,ketua organisasi,ketua desa atau ketua-ketua lainnya.Dengan menjabat sebagai ketua ala Indonesai,fasilitas yang didapatkan lumayan,gaji yang didapatkan lumayan,kedudukan yang lumayan,harga diri yang lumayan,dan lumayan lumayan lainnya yang menyebabkan banyak yang tergila2.
Tapi apa sih sebenarnya hakikat seorang ketua,pemimpin,kepala,amir atau apalah yang inti maknanya pada dasarnya sama.Orang yang memimpin dan ada yang dipimpin.Ya,orang yang memiliki sesuatu yang dipimpin.Yang tentunya lazimnya yang dipimpin tidak lebih mengetahui daripada yang memimpin,tidak lebih cekapan dari yang dipimpin.Menjadi pemimpin bukan berarti harus memiliki kelebihan2 yang hampir menjadikan dirinya perfect.menjadi pemimpin diperlukan adalah kreatifitas,ide,dan semangat ingin maju.Dengan semangat ingin maju,akal dan pikiran terdorong untuk bergerak ke sesuatu yang lebih positif,sesuatu yang lebih memiliki nilai.Tentunya tidak diharapkan dari seorang pemimpin kepasifan,kemalasan,dan keengganan dengan berbagai alasan2 klasik.
Mulai dari detik diangkatnya seorang menjadi pemimpin,seseorang tersebut harus sudah menyadari apa yang dibebankan padanya,apa yang anggota2 mengharapkan darinya.Bukan hanya berkata `Ya,saya setuju`.Bukan hanya ikut2an mencantumkan nama tertinggi dalam struktur keorganisasian.Apakah itu yang disebut dengan ketua?Hanya diam,melihat,dan berkomentar dalam hati.
Rasulullah pernah bersabda yang maksudnya setiap kamu akan ditanyai tentang kepemimpinanmu.Setiap langkah yang diambil oleh pemimpin harus dipertanggung jawabkan.Apakah selama kepemimpinannya terjadi perubahan,atau hanya statik,diam di tempat tinggal nama.
Pemimpin tak selalu benar.Yang dipimpin tak selamanya salah,Dan yang dipimpin tak selalu harus berada di posisi terpimpin.Pemimpin yang amanat,bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada anggotanya.Seorang pemimpin seharusnya lebih mementingkan anggota diatas kepentingan dirinya.Begitulah pelajaran2 yang bisa kita ambil jika membaca sejarah kepemimpinan para sahabat Rasulullah.Bukan karena kesibukan pribadi kepentingan bahkan keberadaan anggota terabaikan.
Wahai manusia yang kini dianugrahi jabatan sebagai pemimpin,ingatlah setiap kepemimpinanmu akan dipertanyakan,akan dipertanggung jawabkan,apakah yang engkau pimpin tidak mencercamu,puas dengan kepemimpinanmu.Tanyakanlah pada dirimu sendiri,sejauh manakah engaku mementingkan kepentingan orang yang engkau pimpin atas kepentingan dirimu sendiri.
That is the risk as the leader must hold be.